Keluarga Higashikata JOJOLION
Kali ini saya akan membahas keluarga Higashikata di manga JOJOLION. Seperti yang kita tau, jika di Universe JOJO sebelumnya keluarga Higashikata ialah keluarga sampingan atau tidak dibahas secara menyeluruh dalam manga maupun animenya, di Universe JOJO yang baru ini keluarga Higashikata layaknya keluarga Joestar yang memiliki peran penting dalam manganya. Tentu saja kita tidak dapat menyampingkan keluarga Joestar yang masih sangat erat kaitannya dengan keluarga Higashikata. Sama seperti di part 4, Diamond is Unbreakable, keluarga Higashikata di JOJOLION juga bertempat tinggal di Kota Morioh.
Manga JOJOLION menjelaskan bahwa keluarga Higashikata ini tergolong keluarga yang makmur, karena mereka mempunyai bisnis impor buah-buahan. Merekapun memiliki toko snack nya sendiri seperti parfait melon yang baru-baru ini dikembangkan. Rumah Higashikata sendiri berada di tengah-tengah kebun besar dimana tanah perkebunan Higashikata ini memiliki hal yang supernatural yang dapat mencampur sesuatu yang lain menjadi sesuatu yang baru. Mereka menjual buah-buahan mahal berdasarkan musimnya seperti anggur, Ruby Roman, plum, dll. Buah yang mereka jual juga diberi merk dagang Versailles dan Jirou. Saat ini, perusahaan buah Higashikata dikelola oleh 2 orang yaitu Jobin Higashikata dan seorang penilai pabrik yang bekerja secara rahasia dengan Norisuke Higashikata IV untuk mengevaluasi nilai komersial pabriknya, sepanjang manganya ia diketahui sebagai Rai Mamezuku dan ia juga seorang Stand Master. Tanpa sepengetahuan ayahnya, Jobin menggunakan perusahaan buah Higashikata sebagai kedok untuk bekerja sama dengan Locacaca Organisation untuk memperkenalkan manusia batu dan buah Locacaca di Jepang.
Akan tetapi keluarga Higashikata ini memiliki penyakit turunan atau mereka biasa menyebutnya dengan kutukan, yakni penyakit batu, penyakit yang gejala awalnya adalah lupa ingatan dan seiring berjalannya waktu diperparah dengan mengerasnya kulit wajah dan seluruh badan menjadi kaku dan seperti batu. Untuk menghindari penyakit ini (atau kutukan menurut keluarga Higashikata), keluarga Higashikata memiliki kepercayaan yaitu anak laki-laki pertama dalam keluarga Higashikata memiliki kewajiban untuk mendandani diri mereka layaknya anak perempuan untuk mengelabui iblis agar tidak menyerang keluarganya. Mereka akan berpakaian dan berdandan seperti perempuan sampai mereka berumur 12 tahun. Selain itu mereka juga memiliki tradisi yaitu putra tertua dalam keluarga harus mengubah namanya menjadi "Norisuke" setelah Norisuke yang sebelumnya meninggal dan mereka harus menjadi kepala keluarga, serta nama lahir anak laki-laki keluarga Higashikata harus berawalan dengan "Jo"- seperti Johei, Josho, Josuke, Jobin, Joshu. Manga JOJOLION juga menjelaskan bahwa keluarga Higashikata juga memiliki kemampuan Stand dan Stand milik keluarga Higashikata memiliki nama "King" dalam Standnya.
- Norisuke Higashikata I
Norisuke Higashika, ialah kepala keluarga pertama sekaligus karakter dari keluarga Higashikata yang pertama kali diperkenalkan saat manga Steel Ball Run berlangsung. Ia berasal dari Jepang dan ke Amerika demi mengikuti perlombaan Steel Ball Run Race. Akhir pertandingan memutuskan bahwa Norisuke Higashikata menempati posisi Runner-up (2nd Place) dengan total skor 353 poin. Norisuke memiliki istri yang bernama Teru Higashikata dan 4 orang anak. Anak pertama dan kedua ialah seorang perempuan yang tidak diketahui namanya, sedangkan anak ketiga bernama Norisuke Higashikata II atau dengan nama panggilannya, Johei dan putri bungsunya bernama Rina Higashikata. Bersama dengan Rina, Norisuke kembali ke Negaranya setelah Steel Ball Run Race selesai, disana ia berpapasan dengan Johnny Joestar yang membawa peti mati sahabatnya, Gyro Zeppeli.
Setelah perlombaan usai, Norisuke memulai bisnis buah-buahan dan sukses, dari sinilah dibangun Perusahaan Buah Higashikata dan dengan ini menjadikan keluarga Higashikata menjadi kaya raya dan disegani di Kota Morioh. Putra ketiganya, Johei atau Norisuke Higashikata II menikah dengan Toyoko dan memiliki 5 orang anak, 3 orang putri dan 2 orang putra. Putra keduanya, Norisuke Higashikata III atau memiliki nama lain Josho, menikah dengan Tomoko dan memiliki 3 orang anak, 2 orang putri dan seorang putra. Putra bungsunya, Norisuke Higashika IV atau Josuke, menikah dengan Kaato. Nah, darisinilah keluarga Higashikata pada manga JOJOLION dibahas.
- Rina Higashikata
Rina Higashikata, ialah putri bungsu Norisuke Higashikata I, ia bertemu dengan Johnny Joestar di sebuah kapal yang mereka tumpangi dan saat itu ia berumur 17 tahun dan Johnny 19 tahun. Pertemuan pertama mereka membuat keduanya saling jatuh cinta dan memutuskan untuk menikah dan tinggal di sebuah peternakan di Amerika dan selang beberapa tahun, Rina terserang penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Gejala awalnya ialah hilang ingatan dan lama-kelamaan diperparah dengan mengerasnya kulit wajah dan tubuh menjadi keras dan kaku. Johnny berencana untuk membawa Rina kembali ke Jepang karena ia merasa bahwa Rina harus menghabiskan hari-hari terakhirnya di kampung halamannya di Kota Morioh, Jepang. Johnny yang dilanda kesedihan dan putus asa nekat mencuri Saint Corpse yang disembunyikan di sebuah brankas bawah tanah Gereja Katedral Amerika Utara, ia kabur bersama Rina dan anaknya, George Joestar II. Johnny yang mencuri Saint Corpse yang dianggap suci dan sebagai lambang Dewa Penjaga Amerika Utara pun diikuti oleh agen mata-mata.
Johnny yang sadar sedang dikejar oleh agen mata-mata, menaruh Saint Corpse di celah akar pohon pinus di dekat pantai Morioh, yang diketahui nantinya ini adalah tanah perkebunan keluarga Higashikata. Ia kemudian menjemput istri dan anaknya yang berada didalam sebuah kereta. Saat Johnny, Rina dan George-yang tertidur di dalam kereta kuda sampai di tanah pantai Morioh (tanah kebun Higashikata) tiba-tiba saja penyakit Rina menghilang, akan tetapi penyakit itu pindah ke anaknya, Geoge Joestar II, dari sini prinsip Equivalent Exchange atau pertukaran setara tercipta. Johnny yang mengetahui anaknya yang sekarang mengidap penyakit yang sama seperti ibunya, dengan cepat ia memasukkan Saint Corpse kedalam peti dan anaknya berlari dengan kudanya, Johnny menggunakan Standnya, Tusk ACT 4 untuk memaksa penyakit itu keluar dari tubuh anaknya. Akan tetapi, karena kini kekuatan Saint Corpse juga memiliki aturan pertukaran yang setara, jelas ia membutuhkan sesuatu yang bernilai sama untuk ditukar, Johnny akhirnya mengambil penyakit itu kepada dirinya sendiri dan untuk mencegah orang-orang berbuat sama seperti dirinya, dia menembakkan dirinya sendiri menggunakan Standnya dikepalanya. Johnny yang sekarat jatuh dari kudanya dengan kepala berlubang, tidak lama kemudian sebuah batu besar jatuh tepat menimpa kepalanya. Inilah awal mula keluarga Higashikata secara turun temurun memiliki penyakit batu.
- Norisuke Higashikata IV
Norisuke Higashikata IV memiliki nama lahir Josuke Higashikata, dimana anak laki-laki pertama setiap generasi keluarga Higashikata harus mengganti namanya menjadi "Norisuke" setelah ayahnya atau Norisuke yang dulu meninggal dan harus menjadi kepala keluarga selanjutnya. Norisuke Higashikata IV ialah anak bungsu dari 3 saudara dan memiliki seorang istri dan 4 orang anak dan seorang anak adopsi. Saat mendengar adanya penemuan anak laki-laki di wilayah Wall Eye, Norisuke tertarik untuk mengadopsi anak tersebut. Sebelumnya ia adalah anak laki-laki yang ditemukan oleh Yasuho Hirose yang setengah terkubur di tanah Wall Eye, Yasuho lalu memberi nama anak itu sebagai Josuke. Alasan pertama Norisuke ingin mengadopsi Josuke ialah bahwa nama "Josuke" dulunya adalah nama anjing di keluarganya yang lambat laun diketahui bahwa nama "Josuke" adalah nama lahirnya. Norisuke juga adalah seorang Stand Master dengan nama Standnya King Nothing yang memiliki kemampuan untuk melacak seseorang dari aroma yang ditinggalkannya serta menyalin gerakan mereka secara berurutan, mirip dengan Moody Blues milik Leonne Abbacchio.
- Kaato Higashikata
Kaato Higashikata, tidak diketahui secara pasti apakah ia masih istri atau mantan istri dari Norisuke. Kaato ialah mantan narapidana yang dipenjara selama 15 tahun dengan kasus pembunuhan anak-anak. Sebenarnya ia tidak bersalah, ia melindungi Jobin, putra tertuanya. Saat Jobin masih anak-anak, dia berpenampilan seperti perempuan dan karenanya ia diolok-olok dan ditindas oleh beberapa anak-anak yang nakal, salah satunya ialah anak-anak nakal itu menyuruh Jobin untuk membakar rumah seorang gadis yang memergoki mereka saat menjahili Jobin, saat itu juga Jobin berhasil membangkitkan Stand miliknya dan menyerang anak tersebut. Anak itu langsung tidak sadarkan diri, ia lalu meminta bantuan ibunya apa yang harus dilakukan, Kaato kemudian memasukkan tubuh anak itu kedalam bagasi mobil dan bersama dengan Jobin pergi menuju ke sebuah kuil, awalnya Kaato bermaksud untuk menyelamatkan Jobin dari penyakit batu dengan menukarkan anak itu, diapun mengubur anak itu hidup-hidup dan dari sini penyakit batu Jobin dapat dihindarkan. Akan tetapi, 5 tahun kemudian pekerja paruh waktu peneliti kura-kura meneliti dan menggali tanah disekitar kuil dan menemukan kerangka anak laki-laki tersebut. Kaato pun divonis pembunuhan dan dihukum selama 15 tahun penjara.
Selama ia dipenjara, hubungannya dengan Norisuke juga memburuk bahkan saat ia bebas dari penjara Norisuke masih tidak dapat menerimanya. Selama Kaato dipenjara, Norisuke berkata kepada anak-anaknya bahwa ibunya sudah mati, itu menjelaskan kenapa Joshu dan Daiya tidak ingat bahkan tidak tahu bahwa Kaato adalah ibunya karena mereka sangat kecil ketika Kaato ditangkap. Kaato diketahui sangat menyayangi anak-anaknya terutama pada Jobin, iapun tidak marah kepada Joshu yang berbuat tidak sopan kepadanya. Ia tidak begitu menyukai Josuke karena ia adalah anak adopsi dan bekerja sama dengan Jobin untuk mengawasi Josuke selama ia tidak berada di rumah.
- Jobin Higashikata
Jobin Higashikata, ia adalah putra sulung dari Norisuke Higashikata IV dan Kaato, sejak kecil akibat diganggu oleh anak yang membullynya, ia berhasil membangkitkan Stand miliknya, Speed King. Stand miliknya memiliki kemampuan menaikkan suhu melalui dirinya atau Standnya maupun dengan perantara, misalnya saja ia menyentuh sebuah tisu dan kemudian tisu tersebut ia berikan kepada orang lain, orang lain yang menerima tisu tersebut akan menyeka hidung ataupun mulutnya, dari sana Jobin meningkatkan suhu pembuluh darah hidung dan mulut menyebabkan pembuluh darah pecah dan terjadi mimisan. Saat ini dia adalah pemimpin perusahaan buah Higashikata dan tanpa sepengetahuan ayahnya ia juga bergabung dalam Organisasi Locacaca, ia berniat untuk menghapus penyakit keturunan keluarganya dengan buah Locacaca yang diketahui sangat mahal harganya yakni 200 juta Yen.
- Mitsuba Higashikata
Mitsuba Higashikata, atau lebih dikenal sebagai Miss Cherry saat ia masih sekolah. Ia adalah istri dari Jobin dan ibu dari Tsurugi. Saat ia masih sekolah, ia memenangkan sebuah kontes dan melakukan perjalanan ke Cina dan Eropa untuk sebuah icon Perusahaan Buah Higashikata, disanalah ia bertemu dengan Jobin dan saling jatuh cinta. Setelah menikah dengan Jobin iapun masih sering aktif menjadi model icon untuk perusahaan suaminya, inipun menguntungkan juga untuk Perusahaan buah Higashikata. Mitsuba Higashikata juga merupakan seorang Stand Master, dengan Standnya Awaking III Leaves, ia membangkitkannya saat berada di Rumah Sakit Universitas T.G untuk bertemu dengan dokternya, Wu Tomoki. Mitsuba ingin memeriksakan dirinya karena sejak kebakaran di perkebunan Higashikata, telinga kanannya tidak berfungsi dengan baik, ia pun juga ingin memeriksakan giginya dan melakukan beberapa treatment untuk implan payudaranya. Kekuatan dari Standnya pun ia dapat mengarahkan apa saja yang disentuhnya, misalnya ia mengarahkan sebuah bolpoin ke atas, maka bolpoin yang disentuhnya akan muncul panah kecil yang mengarah ke atas dan bolpoin itupun menuju sesuai anak panah tersebut.
- Tsurugi Higashikata
Tsurugi Higashikata, adalah anak laki-laki dari Jobin Higashikata dan Mitsuba Higashikata, sebagai anak laki-laki pertama Jobin sekaligus cucu laki-laki pertama Norisuke Higashikata IV, Tsurugi telah ditakdirkan untuk diserang penyakit batu keluarga Higashikata. Maka dari itu disaat ini diumur 9 tahun, ia berpenampilan layaknya perempuan sampai ia berumur 12 tahun. Ia juga Stand Master dengan Standnya, Paper Moon King. Ia sangat menyukai Yasuho Hirose bahkan sempat menyembunyikan Yasuho disebuah ruangan bawah tanah miliknya agar Yasuho tidak ditemukan dan diserang oleh Arsitektur Yotsuyu Yagiyama. Ia beralasan bahwa Yasuho adalah orang yang cantik dan baik, rambutnya pun juga indah, ia sempat bermain-main atau lebih tepatnya menjahili Yasuho dengan Stand miliknya, ketika Yasuho mengadu pada Norisuke, Norisuke pun berkata bahwa ia tidak tahu bahwa cucunya adalah seorang Stand Master. Kemampuan dari Standnya ialah apapun yang disentuh oleh Paper Moon King akan menciptakan ilusi optik dimana semuanya akan terlihat seperti origami, bahkan ia dapat mengubah benda hidup seperti saat ia menyembunyikan ayahnya, Jobin menjadi origami burung bangau.
- Hato Higashikata
Hato Higashikata, adalah putri kedua dari Norisuke dan Kaato. Ia adalah seorang Top Model yang tentu saja iapun juga cantik. Hato nampaknya tidak ada masalah dengan keputusan ayahnya untuk mengangkat Josuke menjadi bagian keluarga mereka. Hato juga memiliki pacar bernama Tamaki Damo yang tanpa Hato ketahui ia adalah pendiri dari Damokan Group, sebuah perusahaan dibawah Organisasi Locacaca yang bertujuan untuk mengembangkan buah Locacaca. Saat berada dirumah Higashikata, ia menyerang seluruh anggota keluarga Higashikata yang ia yakini keluarga tersebut ada kaitannya dengan hilangnya Arsitektur Yotsuyu Yagiyama, ia juga mengancam Norisuke jika ia tidak berkata jujur, iapun akan menyerang Hato. Hato yang sebelumnya sempat diperingatkan oleh Josuke tentang kekuatan Tamaki, tidak mempercayainya dan tetap percaya kepada pacarnya, akan tetapi saat ia akan menuju ke ruang keluarga, ia mendapati kekasihnya berencana akan membunuhnya. Sakit hati dengan pengakuan pacarnya, iapun mengeluarkan Stand miliknya, Walking Heart, yang dapat memanjangkan dan meruncingkan heels yang dipakainya untuk ditusukkan ke leher Tamaki. Tamaki yang sekarat berjalan tertatih-tatih keluar rumah Higashikata dan menuju ke Organisasi Locacaca, sebelum itu terjadi, Josuke berhasil mengejarnya dan membunuhnya. Tanpa ia sadari, Jobin yang tengah mengeluarkan mobil untuk menjemput ibunya di penjara melihat kelakuan Josuke dan sejak saat itu ia berhati-hati dan mengawasi Josuke.
- Joshu Higashikata
Joshu Higashikata ia adalah teman masa kecil Yasuho Hirose dan sangat cemburu dengan Josuke Higashikata tentang kedekatannya dengan Yasuho sejak pertama ia bertemu. Joshu pun mengolok-olok nama "Josuke" yang adalah nama anjing keluarganya dulu (padahal ayahnya juga bernama Josuke). Joshu sangat menggilai Yasuho dan mengejar-ngejarnya. Sebenarnya dia bukan anak yang jahat akan tetapi sedikit nakal. Ia juga adalah seorang Stand Master, dengan Standnya Nut King Call, ia dapat memutus/menyambungkan anggota badan lawan maupun dirinya dengan skrup.
- Daiya Higashikata
Daiya Higashikata, ia adalah putri bungsu Norisuke dan Kaato, ia bahkan masih sangat kecil saat penangkapan Kaato. Ia nampaknya sangat menyukai Josuke dan sempat bermain-main dengannya menggunakan kekuatan Stand miliknya, California King Bed. Kemampuan Stand milik Daiya sangat merepotkan Josuke yang hanya memiliki sedikit ingatan dan pikiran. Daiya mencuri ingatan Josuke dan meletakkannya kedalam bidak catur dan bermain-main dengannya.
- Josuke Higashikata
Josuke Higashikata adalah seorang pria muda berusia 19 tahun yang mengalami amnesia retrograde dan tidak memiliki ingatan apapun sebelum dia ditemukan oleh Yasuho Hirose di dekat Wall Eyes di Kota Morioh. Saat ditemukan, Josuke dalam keadaan telanjang dan hanya memakai sebuah topi pelaut. Josuke benar-benar seperti orang yang dilahirkan kembali yang tidak memiliki ingatan apapun bahwa dia tidak mengetahui cara tidur di atas kasur, akan tetapi ada sebagian pengetahuan yang ia pertahankan tetapi itu tidak banyak. Josuke yang merasa dirinya berbeda dengan orang lain seperti dia memiliki warna mata yang berbeda dan tepat terbelah di tengah-tengah iris matanya, lidahnya bercabang 2, dan (maaf) "ball" nya ada 4 membuat Josuke terdorong untuk mencari tau siapa dirinya dengan menyelidiki keadaan kehadirannya di pantai sebelum diselamatkan oleh Yasuho.
Dalam perjalanan mencari jati diri dibantu oleh Yasuho, Josuke menemukan sebuah petunjuk bahwa identitas aslinya adalah Kira Yoshikage dan Josefumi Kujo dimana mereka berdua bergabung menjadi Josuke akibat memakan buah ajaib Locacaca. Setelah belajar tentang identitas masa lalunya, Josuke menetapkan tujuan baru dirinya untuk mengambil cabang Locacaca dan menggunakan buah itu untuk menyembuhkan Holy Joestar Kira. Dia masih menunjukkan sifat yang sama dalam menyelidiki buah dan keberadaan Organisasi Locacaca. Tekadnya untuk mencapai tujuannya digambarkan dengan sangat baik ketika dia sukarela masuk ke dalam hujan maut oleh Stand Satoru Akefu, membiarkan tubuhnya ditusuk oleh tetesan air hujan termasuk kepalanya hanya untuk mencapai rumah sakit tempat Holy dirawat. Josuke tampaknya mempertahankan sifat-sifat tertentu dari kedua identitas aslinya. Kadang-kadang ia menampilkan emosi yang kuat seperti Josefumi, sementara juga mampu menganalisis situasi dan menyusun strategi seperti Kira Yoshikage. Namun, Josuke akhirnya menganggap dirinya bukan Kira Yoshikage maupun Josefumi, karena Josuke tidak memiliki ingatan dari kedua orang itu, juga tidak ada orang dari masa lalu Josefumi yang mencarinya. Itu menyebabkan dia mempertanyakan siapa dia sebenarnya dan menganggap identitasnya tidak jelas. Meskipun demikian, dia merasakan kesedihan yang kuat ketika pertama kali melihat Holy Joestar-Kira, yang berarti dia juga mempertahankan ingatan bawah sadar yang cukup kuat untuk tetap merasakan keterikatan padanya. Dimana yang kita tahu bahwa Holy Joestar Kira adalah ibu dari Yoshikage Kira yang saat ini sedang mengalami penyakit batu.
Saat anak-anak, Josefumi hampir tenggelam saat jalan-jalan ke pantai bersama ibunya, Kiyomi Kujo, dia tenggelam dan terantuk batu. Josuke yang kritis dibawa ke rumah sakit dan dirawat oleh dokter Holy Joestar-Kira, yang mengetahui Josefumi menderita penggumpalan darah yang fatal di otaknya dan meminta putranya Yoshikage Kira untuk menggunakan Stand-nya untuk menyingkirkannya, menyelamatkan nyawa Josefumi. Bertahun-tahun kemudian, dia terlihat makan di kedai ramen yang sama dengan Ojiro Sasame dan Kira. Ketika Ojiro meninggalkan kedai, dia secara tidak sengaja menabrak Josefumi, menyebabkan Josefumi menumpahkan banyak lada ke dalam ramennya, yang kemudian segera disingkirkannya menggunakan Stand-nya. Kira segera mengenali Josefumi.
Kembali ke sekitar dua tahun lalu, Aisho Dainenjiyama melakukan perdagangan Locacaca seharga 200 juta yen dengan pemain baseball Atsunori Iwakiri. Keduanya dimata-matai oleh Yoshikage dan Josefumi, yang melihat langsung khasiat Locacaca ketika pemain baseball itu sepenuhnya pulih dari cedera bahunya dan bermain baik selama pertandingan baseball. Kira berpura-pura ingin mencuri buah hanya untuk uang, tetapi Josefumi mengatakan kepadanya bahwa ia tahu bahwa Holy, ibu Kira sakit dan membutuhkan buah itu. Akhirnya, Josefumi bekerja sama dengan Kira untuk mencuri buah. Selain itu, ia mengatakan bahwa mereka dapat mengurangi risiko dengan hanya mencuri beberapa cabang dan mencangkokkannya ke pohon dan memanen buah Locacaca. Keduanya bertemu di taman dan kemudian menyusun rencana untuk mencuri cabang Locacaca dari Aisho Dainenjiyama. Josefumi bersikeras bahwa dia membantu Kira karena dia merasa berhutang budi pada ibu Kira karena telah menyelamatkannya bertahun-tahun yang lalu, dan menyusun rencana untuk mencuri satu cabang dari pohon dan menggunakan kemampuan Stand-nya untuk mencangkokkannya ke pohon lain.
Saat Aisho meninggalkan stadion, Kira dan Josefumi mengikutinya. Dengan mengalihkan perhatian Aisho dengan obat mata dan kecelakaan motor, Josefumi berhasil membuka koper di mana Locacaca disimpan, dia mengambil beberapa cabang dan mencangkokkan cabang itu ke pohon. Perampokan itu sukses. Akan tetapi Josefumi dan Kira ketahuan oleh Tamaki Damo dan Yotsuyu Yagiyama. Berkat Kira, mereka berhasil melarikan diri dan tiba di lokasi cangkokan Locacaca mereka, tetapi Kira terluka parah dan kehilangan fungsi hatinya, Josefumi dan Kira berjalan sempoyongan di sepanjang pantai ke lokasi cabang yang dicangkokkan. Josefumi berencana untuk memberinya makan salah satu buah Locacaca. Tetapi Kira tidak bereaksi, tatapan kosongnya menunjukkan bahwa dia pasti sudah mati. Josefumi akhirnya menggunakan Soft & Wet untuk memaksa memberi makan Kira. Di pelabuhan, Damo mengirim Yotsuyu dan A. Phex Brothers. Sambil menunggu Kira terbangun, Josefumi disergap oleh A. Phex Brothers, dan kemudian Josefumi diserang dengan kejam, sebelum dia mundur membawa tubuh Kira. Josefumi, yang cemas akan Kira yang tidak bangun, mulai menggunakan buah Locacaca terakhir mereka untuk menukar hidupnya dengan Kira, mengklaim bahwa ia telah meninggal sejak lama dan bahwa ia berutang budi kepada Holy. Dia mengatakan pada Kira untuk hidup agar dia bisa memanen lebih banyak buah Locacaca untuk Holy. Josefumi yang sudah menjalani proses pertukaran yang setara dari Locacaca, dan mulai berubah menjadi batu, memeluk temannya dan keduanya tertimbun tanah. Selama semua ini, terjadi gempa bumi dan tsunami menghancurkan tanah dan mengakibatkan munculnya Wall Eye, mengubur Josefumi dan Kira di bawah tanah, Locacaca telah bertukar setara mengubah Josefumi menjadi Josuke, yang akan ditemukan Yasuho Hirose di bawah tanah. Beberapa hari setelah pertemuan mereka, Josuke dan Yasuho kembali ke tempat yang sama dan menemukan mayat Kira.
Soft & Wet adalah Stand milik Josuke. Awalnya milik Josefumi, Josuke mempertahankannya setelah fusion dengan Kira, meskipun dengan beberapa perbedaan kecil. Kemampuan utamanya "plunder", menjarah atau mencuri beberapa obyek target dan menyimpannya kedalam satu atau lebih gelembung sabun kecil (bertuliskan gambar tanda lahirnya), yang dapat dikembalikan atau dipindahkan ke benda lain. Stand Josuke digambarkan sebagai perpaduan dari Killer Queen Yoshikage Kira dan Soft & Wet asli milik Josefumi Kujo.



















Komentar
Posting Komentar