Deadman's Question Chapter 2


Si pria roh kembali lagi, kali ini dia tengah berjalan-jalan disebuah kota. Langitnya biru cerah, akan sangat menyenangkan berjalan-jalan hari ini seperti sekarang, tapi 400 km itu terlalu jauh. Aku memilih untuk naik kereta api peluru JR’S. Aku tak pernah membawa satupun uang koin, tapi untuk “kedamaian hatiku” ada saat uang itu diperlukan, aku menyembunyikan beberapa uang ditempat-tempat yang kupikir akan berguna. Pria roh itu sampai disebuah loket stasiun, dia dengan kekuatan rohnya mengambil uang yang disembunyikan di tiang loket stasiun dan segera memesan 2 tiket kereta api express. Keberangkatan: 12:20, tujuan: Kota S, kereta api: Yamabiko 129-Green Car, kursi area bebas rokok, 2 tiket, aku berhati-hati memencet tombol pada mesin dan membuat pesananku. Aku membayar 28,160¥, Green Car nomor 9, kursi 8A dan 8B, setelah mengingatnya aku menyobek tiketku, aku tak membawa tiket denganku yang penting aku sudah mendapatkan kursi, dan yang paling penting adalah memandangi langit cerah dan menikmatinya. Apa yang paling penting di dunia ini? Gumam si pria roh, Kira Yoshikage. Dari dua kursi yang ia pesan, si pria roh memilih duduk disisi dekat jendela, si pria roh memandangi keluar jendela kereta, didapatinya ada sebuah cafĂ© yang isinya semua wanita, pria roh heran, kenapa isinya wanita semua? Dimana pria saat makan siang? Tidak mungkin mereka bisa bepergian tanpa makan siang, bagaimana ya saat aku masih hidup? Gumam pria itu. Tiba-tiba kursi disampingnya yang sengaja kosong itu dilempar oleh sebuah tas, dibelakang sebrang kursinya ada anak kecil dan seorang wanita yang diketahui ibu dari anak itu, anak itu merengek kepada ibunya untuk dibelikan es krim, anak itu terus merengek dengan alasan ia haus dan menginginkan es krim, ibunya menolaknya karena anaknya sekarang sedang makan dango dan jika ia makan es krim disaat naik kereta ia akan muntah. Seorang petugas kereta menghampiri ibu dan anak yang berisik itu, meminta untuk diperlihatkan tiket kereta, “oh di sisi jendela itu terlalu silau, dan kulit Yoshiki-ku terbakar, jadi aku pindah di kursi ini” jawab wanita itu, “tetapi kursi ini sudah dipesan”, “ini kosong tidak ada seorang pun yang duduk disini” sanggah wanita itu tak mau kalah. Sedang anaknya masih saja berisik minta dibelikan es krim. Pria roh sangat terganggu dengan anak nakal dan ibunya yang tak acuh, segera saja dia isengi si anak nakal dengan menjatuhkan dango si anak nakal. Dango itu jatuh dan menempel pada sepatu anak itu. Anak itu heran kenapa dangonya jatuh tiba-tiba, dia berusaha memberitahu ibunya tetapi ibunya masih sibuk berkutat dengan petugas kereta. Dango itu benar-benar menempel pada sepatu dan sulit dilepaskan. Anak nakal itu memutuskan melepas sepatunya dan menjilat dango itu. Ibunya yang terkejut dengan kelakuan anaknya, berusaha melepas sepatu si anak dari mulutnya, akan tetapi sepatu itu menempel pada mulut si anak dan sulit dilepas, ibunya sampai terjungkir saat berusaha melepaskannya. Pria roh nampaknya puas dengan keisengannya, dia melanjutkan untuk melihat pemandangan dan sesekali berpikir apa ada petunjuk di suatu tempat, ‘ibu melahirkan seorang anak’, tetapi dimana roh bayi dilahirkan? Apa roh ibu menggandakan dirinya sama seperti sel dan membuat roh bayi? Atau roh anak itu adalah sesuatu yang datang dari ‘dunia bawah’ ke ibunya seperti yang banyak orang katakan? Apakah ini adalah ‘hukum dunia’ ini? Jika aku tau pastinya, aku bisa memiliki tujuan yang jelas untuk kehidupan yang baru ini, gumam pria roh dalam hati.  

          Nampaknya ia sudah sampai disebuah tempat, ia pun turun dari kereta dan meninggalkan stasiun. Pria roh berjalan santai. Alamat untuk pekerjaanku kali ini sekitar 2 km dari stasiun Kota S. aku telah menikmati pemandangannya, tak ada artinya jika aku memakai bus atau kereta, aku memilih berjalan. Targetku adalah seorang yang hidup di rumah tentara.

          “Prajurit?” tanya pria roh itu kepada seorang biksu wanita disebuah kuil, pria roh duduk diatas hiasan batu dan si biksu sedang menyapu halaman kuil. “apa itu? prajurit? Apa kau sedang berbicara tentang pertahanan diri? Apa negara ini memiliki prajurit?” lanjut pria roh bertanya. “tidak seperti permintaan sebelumnya untuk mencari seseorang, kau tak perlu mencari target kali ini, kita sudah tau alamatnya, pergi ke lokasi ini dan meskipun tidak ada batasan waktu, selesaikan kerjaanmu dengan cepat, aku akan tinggalkan kartu ini padamu” kata biksu wanita sambil menyerahkan sebuah kartu kepada si pria roh. “hanya ini? Siapa namanya? Bukankah kau punya foto targetnya?” si pria roh bertanya setelah dia melihat kartu pemberian biksu dan mendapati hanya alamat saja yang tertera didalamnya. “tidak” jawab biksu itu singkat. “aku tak peduli jika target itu orang yang baik atau jahat, tapi, jika aku membunuh orang yang salah, kau termasuk orang yang bersalah” si pria roh setengah mengancam, “jika kau pergi kan akan lihat, hanya satu orang yang tinggal dirumah prajurit”, timpalnya. “jadi orang ini memakai seragam prajurit di rumahnya? Begitu caraku untuk mengatakannya?” lanjut si pria roh, “apa kau tidak tahu tentang mansion hantu?”, pria roh sedikit bingung, “apa yang kau katakan? Hantu mansion?”, “bukan, mansion hantu, di alamat itu ada bangunan tua yang menjadi rumah seorang prajurit 50 tahun yang lalu, saat akhir dari perang Pasifik, Kota S dihujani serangan udara yang parah oleh tentara Amerika, bangunan tua itu menjadi targetnya, dan meledak menjadi kepingan-kepingan, untungnya tidak ada korban jiwa, dan si prajurit masih hidup, dia hidup cukup lama dan meninggal saat usianya 82 tahun, tetapi, mansion prajurit itu masih ada sampai sekarang, rumahnya menjadi hantu dan tetap berdiri, apa kau mengerti apa maksudku?” biksu wanita itu menjelaskan singkat kronologinya, “jadi kau mengatakan kepadaku bahwa ‘rumah’ bukan seseorang itu adalah hantu?”, “apakah kau pernah melihat hal ini sebelumnya?” biksu wanita balik bertanya. “jika aku tau, aku tak akan terkejut, ini pertama kalinya aku mendengar hal ini”, “aku tak banyak bepergian, tetapi aku melihat ada 2 di Pulau Kyushyuu, penginapan hantu di Tokushima dan sekolah hantu di Wakayama. 56 orang bunuh diri atau mati tak wajar di dekat area tempat tinggal prajurit itu, aku ingin kau mencari tau kebenarannya dan membereskannya”, “jadi target ini dari apa yang kau katakan, aku berasumsi bahwa orang yang tinggal disana bukanlah orang yang benar?” “aku ingin kau cari tau” “orang ini seperti aku tetapi punya tempat tinggal? Stasiun TV tidak menemukannya? Apa alamat ini punya pemandangan yang bagus?” biksu wanita sedikit heran dengan kelakuan si pria roh, “tidak, aku hanya bicara sendiri, aku mengerti situasinya, dan kau akan membayarku tunai?”, “aku selalu ingin bertanya padamu, kenapa kau masih disini dan tidak pergi ke dunia bawah? Apa kau masih ada urusan disini?”, “aku tak tau jika kau mencoba untuk menjadi orang suci atau semacamnya, tapi aku takkan berada di prinsipmu, kau hanya memberiku perintah dan aku melakukan pekerjaanku, aku tak peduli tentang keadilan atau iblis, dan selain itu bagaimana kau yang masih hidup begitu yakin bahwa dunia bawah itu ada? Bagaimana jika itu tidak ada?” jawab pria roh dengan ketus, meninggalkan biksu wanita mematung sendiri di kuil.

          Di Kota S, Distrik Morioh, Katahira 4/25, begitu alamat ini ditulis. Kira Yoshikage si pria roh menyusuri jalanan sambil sesekali menikmati suasana di tempat yang dia lewati. “pasti ada masalah, alamatnya tertulis disini” si pria roh berhenti disalah satu bahu jalan, menoleh ke arah kanan kiri mencari-cari alamat yang tertulis. Tapi yang ia dapati hanyalah celah, celah diantara 2 bangunan, disana ia melihat sendok garuk dan sekop disebuah pot bunga dan ada sebuah geta disampingnya. Si pria roh merasa tertarik, dan berusaha menggapai benda tersebut. Si pria roh juga mengamati celah itu, celah itu seperti memiliki ruang tersendiri, terdapat pintu dan jendela didalamnya. Ketika akan menyentuh pot bunga tadi, si pria roh malah tertarik masuk kedalam celah tersebut. Celah itu ternyata adalah sebuah ruangan yang tersembunyi diantara bangunan kota. Ketika pria roh itu hendak melihat ruangan itu dari luar, si pria roh menyadari bahwa ruangan itu adalah mansion hantu seperti yang dikatakan biksu wanita tadi. Si pria roh lalu masuk kembali kedalam mansion dan memeriksa barang-barang yang ada didalamnya. “menakjubkan! Bahkan geta dan lampu elektrik semuanya adalah hantu!” takjub si pria roh. “menakjubkan, tapi ada satu hal yang tak benar, tidak ada tanda-tanda seseorang yang tinggal disini, bahkan jika mereka hantu, mereka pasti memasang penghalang, jika ada seseorang dirumah ini, aku tak akan masuk tanpa seijinnya, aku bisa masuk karena aku hanyalah roh, sangat aneh, apa targetnya ada disini?” pria roh menyusuri mansion hantu itu masih tidak percaya apa yang ia temukan. Si pria roh menemukan sebungkus korek api dan mencoba menyalakannya, pria roh terkejut bahwa api yang dihasilkannya pun juga hantu, dia lalu mengambil bungkus korek itu dan menaruh di saku jasnya. Pria roh melanjutkan menelusurannya, disebuah ruang di dinding terdapat sebuah foto seorang pria berpakaian seragam prajurit, pria roh menebak bahwa pria di foto itu adalah pemilik rumah ini. Perhatiannya teralihkan oleh tumpukan buku-buku novel tua yang tertata rapi di rak buku, “Dante Inferno, Les Miserables, Miyazawa Kenji, dan Edogawa Ranpou, ini sangat menakjubkan! Barang-barang tua ini tetapi aku bisa membacanya saat di kereta atau ditaman atau dimana saja!” pekik si pria roh saking takjubnya. “tempat ini seperti mimpi jadi nyata, seperti tumpukan harta karun! Bahkan ada peralatan makan perak, aku akan membawa semuanya bersamaku” ucap pria roh saat memeriksa dapur mansion, memeriksa tiap laci-laci alat makan dan ketika dia membuka rak atas, tidak sengaja pula pria roh menjatuhkan beberapa telur, dan telur-telur itupun jatuh ke lantai dan pecah. Pria roh heran dengan telur-telur itu, “telur? Apa yang- jika telur-telur ini berada di mansion ini itu artinya-“ ucap si pria roh terputus, si pria roh pun juga mengintip kedalam rak, terdapat beberapa telur didalamnya. “apa itu artinya makanan hantu?  Apakah sebuah makanan dapat menjadi hantu juga? Tapi mereka ada di mansion ini”, pria roh memunguti telur yang masih utuh dan menaruhnya diatas meja yang dia beri alas serbet sebelumnya, 3 telur utuh berhasil ia pungut. Pria roh itu merasa ada yang aneh, dia berpikir jika targetnya tinggal di mansion ini, bagaimana dia tidak pernah membuka rak tanpa menjatuhkan telur seperti yang dia lakukan tadi, bahkan serbetnya pun tidak memiliki kerutan seperti tidak ada yang pernah menyentuhnya. Keanehannya tidak sampai disitu, sebuah telur dari rak tiba-tiba terjatuh, si pria roh yang mencoba menangkap telur itu tapi telur itu malah bergerak melayang ke atas, si pria roh terpekik saking terkejutnya. Telur yang melayang itu akhirnya jatuh kelantai dan pecah. “didalam cangkangnya.. apa.. rumah ini dulunya meledak berkeping-keping oleh bom? Ta-tapi aku bersumpah, aku- “ ucapnya terputus karena pria roh menoleh ke arah telur yang ia letakkan dimeja tiba-tiba menghilang, 2 dari 3 telur itu. Pria roh mencari-cari telur yang hilang itu, memeriksanya dibawah meja, dibawah kursi, di tempat dimana yang bisa memungkinkan telur-telur itu terjatuh, tapi ia tak menemukan apapun disana. Pria roh kemudian merasakan bahwa kantong celananya basah dan lengket disertai bunyi pecahan sebelum dia merasa kantong celananya basah. Terkejutlah si pria roh bahwa 2 telur yang hilang itu kini berada didalam kantong celananya dan pecah. Retakan-retakan telur itu semakin lebar seperti akan ada sesuatu yang keluar dari telur itu. “ini bukan hantu!” pekik si pria roh. Pria roh mengacungkan sebuah pisau perak kearah telur itu dan mencoba melindungi dirinya sendiri. Tanpa ia sadari di tangannya kini terdapat jejak-jejak kaki kecil mirip seperti jejak kaki unggas, betapa terkejutnya dia bahwa ada makhluk aneh yang kini berada diatas lengannya. Makhluk aneh itu berbentuk seperti raptor kecil dengan ekor bercabang dua, memiliki tanduk tanduk mungil mengelilingi kepalanya. Pria roh diserang oleh makhluk aneh itu tidak hanya satu melainkan segerombolan, seperti telur yang tak sengaja ia pecahkan. Beberapa makhluk aneh itu bahkan berhasil menyusup kedalam lengan pria roh, tidak ingin mengalami hal buruk selanjutnya, pria roh menyobek lengannya dengan pisau yang dibawanya dan mengeluarkan paksa makhluk itu dari dalam lengannya. Tapi akibatnya, sesuatu seperti tanaman merambat keluar dari luka akibat sayatan itu, pria roh merasakan sakit yang luar biasa seperti dia dimakan hidup-hidup dari dalam. “Ini.. apa hanya perasaanku, tapi aku mulai mengerti bahwa makhluk itu lahir sebagai ‘pembersih’, pembersih para roh, makhluk-makhluk ini memiliki fungsi untuk membersihkan roh-roh dari dunia agar dunia tidak dipenuhi oleh roh orang mati” ucap si pria roh mencoba menahan serangan makhluk-makhluk itu. Pria roh mencoba kabur dan keluar dari mansion itu, makhluk aneh itu tetap mengejarnya, mereka bahkan melelehka sebuah meja karena menghalangi. Pria roh terus berlari menghindari serangan makhluk aneh itu dengan naik ke lantai 2 mansion hantu, tetapi makhluk-makhluk itu masih dapat mengejarnya. “rumah ini adalah sarang mereka, mereka mencoba memusnahkanku karena aku telah menyentuh telur mereka, apa yang harus aku lakukan!! Berapa banyak aku menyentuhnya? 4? 3? Berapa banyak aku menyentuhnya tanpa memecahkannya?” pria roh terus berlari, dia memutuskan untuk kembali ke ruangan yang terdapat foto seorang prajurit dan lukisan Yumeji. Makhluk-makhluk itu masih mengejarnya, merangkak di kaki pria roh dan berusaha menyerangnya kembali. Pria roh terjatuh menabrak ornamen-ornamen senjata khas militer, beruntungnya bagi si pria roh, sebuah revolver terjatuh didekatnya. Pria roh itu langsung menyambar revolver itu dan mengarahkannya ke makhluk-makhluk aneh tersebut. Pria roh menembaki makhluk-makhluk itu yang sedang menggerogoti kakinya, karena tembakan yang beruntun itu, badan si pria roh sampai terlempar keluar ke jendela, jatuh dari lantai 2 mansion hantu. Pria roh mendapati dirinya terjatuh di tumpukan piringan hitam, Schubert Swan, Mozart dan lainnya. Pria roh berdiri masih memegang revolvernya, menyadari sesuatu bahwa biksu wanita itu pasti tau sesuatu tentang telur di mansion hantu. “biksu itu mengatakan bahwa 56 orang bunuh diri atau mati secara tak wajar di sini, aku melihat angka-angka itu dan tidak ada kesalahan, maka sesuai dengan doamu, kau pikir kau orang suci? kau mungkin bisa menangani masalah dunia bawah, tetapi itu memalukan, mereka mengambil lengan kiriku, aku bertanya-tanya apakah biksu jalang itu akan bertahan” ucap pria roh itu sangat marah. Dia berjalan bergontai memegangi lengannya yang putus secara permanen akibat ulah makhluk-makhluk aneh yang ingin memusnahkannya. 

Namaku Kira Yoshikage, Aku tak dapat mengingat bagaimana aku mati, tapi satu hal yang bisa kukatakan, aku merasa perasaan tertentu, aku tak bisa menuju surga. Apa yang aku lakukan disini? Aku tak punya jawaban untuk itu, tetapi jika waktu terus bergulir, aku mungkin akan menemukan setitik kebahagiaan untuk membuat ‘pekerjaanku’ menjadi ‘tujuanku’ untuk hidup

Komentar

Postingan populer dari blog ini

6 Fakta Diego Brando

Refrensi Nama Karakter JoJo's Bizarre Adventure

Siapakah JoJo Part 9??? [Fan Theory]